Peringatan spoiler: Artikel ini membahas orang tua Chihiro, cedera Haku, dan perjalanan kereta pada bagian akhir film.
Saat tiba di dunia roh, Chihiro tidak terdengar seperti orang yang tahu harus berbuat apa. Itulah salah satu daya tarik mengikuti perjalanannya: ketenangan punya ruang untuk tumbuh.
Namun, proses di balik suara itu mudah terlewat. Wawancara berbahasa Jepang dengan Rumi Hiiragi, pengisi suara Chihiro dalam film aslinya, membuka jalan untuk memahami proses tersebut. Cuplikan yang disediakan penerbit Jepang menawarkan sudut pandang lain, dari novelis Tomihiko Morimi.
Detail tertentu membuat usaha Chihiro lebih mudah terdengar; pembacaan yang jelas atribusinya mengajak kita memikirkan kembali perjalanannya. Kisah Hiiragi adalah kenangan yang diterbitkan pada 2023, bukan transkrip sesi rekaman. Pembacaan Morimi merupakan interpretasi, bukan pernyataan tentang maksud Miyazaki.
Audisinya berawal dari kebingungan, bukan gambaran lengkap tentang Chihiro
Hiiragi mengenang bahwa ia mengirimkan rekaman kaset tanpa mengikuti wawancara. Informasi tentang ceritanya sangat sedikit, sehingga ia bertolak dari dialog yang diberikan, bukan dari pemahaman mendalam tentang filmnya. 1
Itu titik awal yang menarik bagi tokoh utama ini. Menurut penuturan Hiiragi, audisinya bukan peragaan seluruh sosok yang kelak akan menjadi Chihiro. Audisi itu dimulai dari reaksi seorang anak yang kebingungan.
Kita tidak seharusnya mengubah kebetulan itu menjadi teori pemilihan pemeran. Wawancara tersebut tidak menjelaskan mengapa Miyazaki memilihnya. Meski begitu, kisah itu memberi jalan untuk menikmati penampilannya: dengarkan seseorang yang bereaksi sebelum mampu menjelaskan apa yang sedang terjadi.
Suara itu tumbuh dari kecanggungan, reaksi, dan alasan untuk membantu
Hiiragi mengatakan bahwa kecanggungan Chihiro mengingatkannya pada dirinya sendiri, sehingga membantunya berakting secara alami. Naskah juga memberinya bagian-bagian penuh tanda baca untuk diubah menjadi suara. Untuk adegan jatuh, ia membayangkan reaksinya sendiri. 23
Ia mengenang kendala lain: ia tidak mengenal engacho, sehingga Miyazaki menjelaskan ungkapan dan gerakannya. Itu pengalaman seorang pemeran, bukan bukti bahwa semua anak Jepang tidak mengenalnya. Wawancara tersebut tidak menjelaskan sejarah ungkapan itu. 2
Arahan sang sutradara, sebagaimana ia mengingatnya, bersifat praktis: Chihiro berusaha keras membantu orang tuanya dan Haku. Penuturan itu memberi tujuan pada usahanya. Itu tidak membuktikan bahwa Chihiro didasarkan pada Hiiragi, ataupun menawarkan kode rahasia untuk memahami skenarionya. 2
Bersama-sama, detail ini membuat penampilannya layak didengarkan dengan saksama: suara sebelum kalimat yang utuh, kesulitan menghadapi kata yang belum dikenal, dan desakan untuk membantu. Itu saran cara menyimak, bukan fakta tambahan tentang produksi.

Suara pada bagian akhir direkam ulang agar terdengar lebih mantap
Detail paling menarik muncul menjelang akhir wawancara. Hiiragi mengenang bahwa ia kembali sekitar sebulan sebelum film dirilis untuk merekam ulang bagian sejak Chihiro menolong Haku yang terluka hingga akhir cerita. Ia menuturkan bahwa Miyazaki menginginkan suara yang lebih mantap pada bagian akhir untuk menyampaikan perkembangan Chihiro. 3
Ungkapan bahasa Jepang itu tidak seharusnya disederhanakan menjadi “suara yang lebih rendah”. Kemantapan tidak sama dengan tinggi-rendah nada, dan penuturan ini tidak mengatakan bahwa seluruh film direkam ulang.
Saat menonton ulang, ada pertanyaan yang berguna untuk dibawa: bagaimana suara Chihiro ketika ia berusaha bertindak, dibandingkan saat pertama kali mencoba memahami keadaan? Kita tidak perlu menganggap setiap perbedaan sebagai arahan sutradara yang terdokumentasi. Kisah perekaman ulang itu hanya memberi alasan untuk lebih memperhatikan suaranya.
Seorang novelis Jepang membaca perjalanan kereta sebagai perjalanan kedua
Dalam bagian bergambar pembuka Ghibli’s Textbook 12: Spirited Away, Morimi menggambarkan Chihiro menempuh dua perjalanan. Pertama, ia memasuki dunia rumah pemandian; kemudian, setelah membangun kenyataan baru di sana, ia melanjutkan perjalanan dengan kereta. 4
Ini pembacaan seorang novelis, bukan fakta produksi. Nilainya terletak pada perubahan sudut pandang yang ditawarkan. Alih-alih hanya menganggap perjalanan kereta sebagai jeda yang lebih tenang, pikirkan apa artinya meninggalkan suatu tempat setelah belajar hidup di dalamnya.
Kita tidak perlu sependapat dengan Morimi untuk merasa pertanyaan itu berguna. Interpretasi yang baik memberi sesuatu untuk diuji terhadap karya, bukan meminta kita menerima jawaban tersembunyi.
Chihiro bisa merasa takut, canggung, dan bertekad kuat tanpa membuat satu sifat meniadakan yang lain. Sumber-sumber ini menawarkan cara menyimak dan pertanyaan untuk dibawa saat menonton lagi.
Pada tontonan berikutnya, dengarkan dahulu sebelum mencari rahasia. Ada banyak hal yang bisa diperhatikan dari caranya melewati momen demi momen.
Sumber
1 Nana Naka, wawancara dengan Rumi Hiiragi, Bunshun Online, 6 Januari 2023, halaman 1: https://bunshun.jp/articles/-/59910
2 Wawancara yang sama, halaman 3, jawaban tentang naskah, arahan sutradara, dan engacho: https://bunshun.jp/articles/-/59910?page=3
3 Wawancara yang sama, halaman 4, jawaban tentang penampilan dan perekaman ulang: https://bunshun.jp/articles/-/59910?page=4
4 Ghibli’s Textbook 12: Spirited Away, editor Studio Ghibli dan Bunshun Bunko, 2016, ISBN 9784168120114. Cuplikan resmi dari penerbit, bagian pembuka oleh Tomihiko Morimi; gambar cuplikan 2 dan 9, nomor halaman cetak tidak terlihat: https://books.bunshun.jp/list/browsing/9784168120114
